Jasa Pembasmi Kutu Kucing di Jelegong Bandung

HP: 081289348221 Jasa Pembasmi Kutu Kucing di Jelegong Bandung, Garda Pest Control Melayani Jasa Penyemprotan Nyamuk, Jasa Anti Rayap Pra Konstruksi, Jasa Pembasmi Tomcat, Jasa Pembasmi Kecoa di Mobil, dan Jasa Pembasmi Hama Lainnya. Cabang Kami ada di Beberapa Kota Besar Lainnya di Indonesia.

Jasa Pembasmi Kutu Kucing di  Jelegong Bandung

Pengendalian Hama Nyamuk

Setiap tahun, terserang penyakit yang karena Nyamuk Aedes Aegipty yang dapat membuat orang terkena demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia cenderung meningkat pada pertengahan musim penghujan sekitar bulan Januari, dan cenderung turun pada bulan Februari hingga ke penghujung tahun.

Dalam menangani  Demam Berdarah,  diharapkan adanya peran serta pemerintah untuk mengurangi kasus ini sangat menentukan. Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara kontinu, sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan. Program PSN , yaitu:
1.Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
2.Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya;
3.Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Adapun yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti :
1.Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan; 2.Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk;
3.Menggunakan kelambu saat tidur;
4.Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk;
5.Menanam tanaman pengusir nyamuk,
6.Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah;
7.Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Anti Rayap Pra Konstruksi & Pasca Konstruksi

Rayap yang berada di rumah memang sangat merugikan. Hewan ini hidup dengan memakan kayu-kayu yang menjadi fondasi rumah kita. Jika si rayap terus menerus menggerogoti kayu fondasi, maka kayu tersebut lama kelamaan akan semakin rapuh dan bukan tidak mungkin jika suatu saat rumah akan roboh. Sebagai hama pengganggu, rayap memilki sejumlah spesies. Selain itu, hewan ini juga hidup berkoloni dengan pembagian kasta di dalamnya.

1.Rayap Tanah
Spesies rayap yang akan kami perkenalkan pertama adalah rayap tanah (subterranean termites). Jenis rayap yang satu ini bisa ditemukan di hampir seluruh daerah di Indonesia. Sesuai dengan namanya, rayap tanah harus memiliki tempat tinggal di dekat tanah untuk bertahan hidup. Hewan ini hidup dengan memperoleh kelembaban yang berasal dari tanah. Meskipun menyukai tempat tinggal yang berada di dekat tanah, jenis rayap ini cukup sering ditemukan di pemukiman penduduk. Rayap tanah akan membuat terowongan melalui tanah untuk mengakses tanah atau kayu yang kondisinya lembab. Di musim kemarau, terowongan yang dibuat oleh koloni rayap tanah ini semakin dalam karena mereka membutuhkan kelembaban lebih banyak.

2.Rayap Kayu Kering
Apakah Anda berpikir bahwa rayap hanya menyukai tanah dan kayu yang basah? Anda salah, karena dari semua jenis-jenis raya ada satu jenis yang memakan kayu kering, namanya adalah rayap kayu kering (drywood termites).

Rayap kayu kering hidup dalam koloni kecil. Jumlah koloni rayap kayu kering dalam sebuah kayu yang sama jumlahnya tidak lebih dari seribu ekor. Jenis rayap ini tidak terlalu produktif jika dibandingkan jenis rayap lainnya, tapi kerusakan yang ditimbulkan spesies rayap ini bisa berakibat fatal lantaran keberadaan mereka sulit terdeteksi. Jenis rayap kayu kering bisa menggerogoti jenis kayu apapun yang tidak lembab. Mereka tidak perlu melakukan kontak dengan tanah dan cenderung memilih tempat tinggal yang kadar airnya sangat rendah. Rayap kayu kering adalah spesies rayap yang paling perlu Anda waspadai karena mereka dapat menyerang berbagai jenis kayu di rumah Anda.

3.Rayap Kayu Basah Kebalikan dengan rayap kayu kering, rayap kayu basah (dampwood termites) sangat gemar menempati kayu yang busuk atau lapuk dengan kondisi yang lembab atau basah. Sebagai contoh, jenis kayu yang aman digemari spesies ini adalah kayu yang terkena bocoran air hujan. Rayap kayu basah tidak hanya menyerang kayu di dalam rumah saja. Spesies ini juga memiliki habitat di luar pemukiman penduduk seperti pohon, tunggul, atau kayu yang bersentuhan langsung dengan tanah. Keberadaan rayap kayu basah ini lebih mudah dideteksi dari rayap kayu kering.

Jenis Rayap yang Paling Merugikan
Dari ketiga jenis-jenis rayap di atas hanya ada dua jenis rayap yang dirasa paling merugikan, yakni rayap tanah dan rayap kayu kering. Kedua spesies ini berpotensi merugikan manusia karena mereka dapat menimbulkan kerusakan pada tempat tinggal atau bangunan lain.

Rayap tanah sebenarnya memiliki tempat tinggal di dalam tanah. Namun, spesies ini mencari makan dengan membuat terowongan yang membawa mereka ke kayu. Jenis kayu yang digemari rayap tanah sudah pasti kayu yang lembab. Spesies rayap tanah bertanggung jawab atas kerusakan bangunan atau gedung di Indonesia hingga 8,68 triliun setiap tahunnya. Jenis rayap lain yang sangat merugikan manusia adalah rayap kayu kering. Seringkali keberadaan rayap ini terdeteksi secara terlambat. Ketika kayu sudah mulai keropos, biasanya manusia baru menyadari keberadaan rayap kayu kering ini.

Satu koloni spesies ini akan tinggal di dalam kayu yang sama. Mereka akan makan kayu bagian dalam selama siang malam dan hanya menyisakan kulit luar kayu sehingga manusia tidak menyadari keberadaan mereka. Rayap kayu kering sangat gemar menyerang kusen pintu, jendela, sampai dengan daun pintu. Jadi, meskipun kayu di rumah Anda tidak lembab hal tersebut bukan menjadi jaminan bahwa tidak ada rayap yang bersarang di rumah Anda.

Namun, jika diperhatikan keberadaan rayap kayu kering ini terkadang menimbulkan suara lembut seperti ada aktivitas di dalam kayu. Kasta Koloni Rayap Setelah mengenal jenis-jenis rayap, kami akan mengajak Anda untuk mengenal setiap kasta yang terdapat dalam koloni rayap. Hama yang satu ini memang selalu hidup berkoloni. Namun, dalam setiap koloni ada pembagian kasta yang menentukan aktivitas rayap sehari-hari. Berikut adalah kasta-kasta yang terdapat dalam koloni rayap: Raja dan Ratu Rayap Sama seperti semut, raja dan ratu rayap bertugas untuk melanjutkan reproduksi di dalam koloni.

Penampilan ratu dan raja rayap ini sudah berupa laron. Jadi, ketika laron terbang keluar dari sayangnya, mereka akan mencari pasangan dan melepaskan sayapnya untuk mencari tempat tinggal baru. Ketika sang ratu sudah bertelur dan telur-telurnya menetas, raja dan ratu rayap ini akan merawat anak-anak mereka sampai bisa menggantikan tugas koloni.

Rayap Pekerja
Rayap pekerja atau “the destroyer” adalah kasta rayap yang memiliki peran sangat besar di dalam koloni. Kasta perusak ini bertugas memberi makan, merawat koloni, sampai dengan menggali sarang untuk tempat tinggal koloni mereka. Dapat dikatakan bahwa rayap pekerja ini selalu melakukan tugas-tugas kasar. Kasta inilah yang paling bertanggung jawab pada kerusakan struktur bangunan yang diserang oleh koloni rayap.

Rayap Prajurit
Tahukah Anda bahwa dalam koloni rayap terdapat kasta rayap prajurit? Tugas utama dari kasta ini tentu saja untuk melindungi koloninya dari serangan predator lain seperti cicak atau semut. Jika diperhatikan melalui mikroskop, rayap prajurit ini memiliki rahang yang besar. Bahkan, rayap prajurit memiliki cairan lengket yang bisa langsung disemprotkan ke “musuh” ketika mereka merasa terancam.

Pengendalian Hama Tikus

Tikus merupakan Binatang yang termasuk kepada suku Muridae . Spesies tikus yang paling sering ditemukan adalah mencit (Mus spp.) serta tikus got (Rattus norvegicus ) yang ditemukan hampir di semua negara. Tikus merupakan hama yang menyebabkan kerugian untuk kehidupan manusia baik di lingkungan perumahan maupun industri.

Pertumbuhan tikus sangat cepat, umur 1,5 – 5 bulan sudah dapat berkembangbiak, setelah hamil 21 hari, setiap ekor dapat melahirkan 6-8 ekor anak, 21 hari kemudian pisah dari induknya dan setiap tahun seekor tikus dapat melahirkan 4 kali

Jenis tikus yang paling sering menyerang perumahan :

1.Tikus got , tikus coklat , tikus rumah besar atau tikus laboratorium (Rattus norvegicus ) adalah salah satu spesies tikus yang paling umum dijumpai di perkotaan.

2.Tikus rumah (Rattus rattus ) adalah hewan pengerat biasa yang banyak ditemukan di rumah-rumah dengan ekor yang panjang dan pandai memanjat serta melompat. Binatang ini termasuk dalam subsuku Murinae dan berasal dari Asia. Namun demikian, ia lalu menyebar ke Eropa melalui perdagangan sejak awal penanggalan modern dan betul-betul menyebar pada abad ke-6. Selanjutnya ia menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Tikus rumah pada masa kini banyak tersebar di daerah yang lebih hangat karena di daerah dingin kalah bersaing dengan tikus got. Tidak seperti saingannya, tikus got, tikus rumah adalah perenang yang buruk dan bangkainya sering ditemukan di sumur-sumur. Namun demikian, ia lebih gesit dan pemanjat ulung, bahkan berani “terbang”. Warnanya biasanya hitam atau coklat terang, tetapi sekarang ada yang dibiakkan dengan warna putih atau loreng. Ukurannya biasanya 15-20 cm dengan ekor ± 20cm. Hewan ini nokturnal dan pemakan segala, namun menyukai bulir-bulir. Betinanya mampu melahirkan kapan saja, dengan anak 3-10 ekor/kelahiran. Umurnya mencapai 2-3 tahun dan menyukai hidup berkelompok.

3.Mencit (Mus musculus ) adalah anggota Muridae (tikus-tikusan) yang tubuhnya kecil. Mencit banyak dijumpai di rumah-rumah dan dikenal sebagai hama pengganggu karena kebiasaannya menggigiti mebel dan barang-barang kecil lainnya, serta bersarang di sudut-sudut lemari. Hewan ini diduga sebagai mamalia paling banyak kedua di dunia, setelah manusia. Mencit sangat gampang beradaptasi dengan perubahan yang dibuat manusia, bahkan jumlahnya yang hidup liar di hutan barangkali lebih sedikit daripada yang tinggal di perkotaan.

4.Celurut adalah hama pemakan serangga bertubuh kecil yang berpenampilan mirip mencit/tikus kecil dan tergolong dalam familia Soricidae . Salah satu anggotanya adalah celurut rumah (Suncus murinus L.) yang biasa ditemukan berlari di sudut dinding mencari mangsa. Binatang ini kerap kali dianggap sebagai tikus karena ukuran, warna rambut, serta moncongnya, sehingga dinamakan pula tikus kesturi . Sebutan lainnya adalah cecurut , (tikus) curut , cencurut , dan munggis . Pada kenyataannya celurut sangat jauh kekerabatannya dari tikus, bahkan berbeda ordo; celurut termasuk ordo Soricomorpha , bukan Rodentia (hewan pengerat). Celurut juga menjadi hewan vektor penyakit yang serupa dengan tikus dan mencit.

Pengendalian Hama Kecoa

Kecoa adalah serangga dengan metamorfosa tidak lengkap, hanya melalui tiga stadia (tingkatan), yaitu stadium telur, stadium nimfa dan stadium dewasa yang bisa dibedakan jenis jantan dan betinanya. Nimfa biasanya menyerupai yang dewasa, kecuali ukurannya, sedangkan sayap dan alat genitalnya dalam taraf perkembangan.

2 Jenis-jenis kecoa
Di dunia terdapat kurang lebih 3.500 species kecoa, 4 (empat) spesies yaitu umumnya terdapat di dalam rumah yaitu Periplaneta americana (American Cockroach), Blattela germanica (German Cockroach), Blatta orientalis (Oriental Cockroach), dan Supella langipalpa (Brown Banded Cockroach) ke empat species kecoa tersebut dari kapsul telur, nymfa dan dewasanya.

3 Habitat
Banyak spesies kecoa di seluruh dunia, beberapa diantaranya berada di dalam rumah dan sering didapatkan di restoran, hotel, rumah sakit, gudang, kantor dan perpustakaan.

4 Kebiasaan Hidup
Kecoa kebanyakan terdapat di daerah tropika yang kemudian menyebar ke daerah sub tropika atau sampai kedaerah dingin. Pada umumnya tinggal didalam rumah-rumah makan segala macam bahan, mengotori makanan manusia, berbau tidak sedap. Kebanyakan kecoa dapat terbang, tetapi mereka tergolong pelari cepat (“ cursorial“), dapat bergerak cepat, aktif pada malam hari, metamorfosa tidak lengkap, Kerusakan yang ditimbulkan oleh kecoa relatif sedikit, tetapi adanya kecoa menunjukkan bahwa sanitasi didalam rumah bersangkutan kurang baik.

Tidak hanya membuat Anda malu secara sosial jika kecoa bertebaran di rumah atau tempat usaha Anda, tapi kecoa juga dapat memberikan kontribusi untuk memperburuk kesehatan keluarga Anda. Serangga ini sendiri tidak menyebabkan penyakit, tapi mereka adalah vektor alias pembawa jutaan bakteri dan agen infeksi yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit, dari diare hingga keracunan makanan. Berikut adalah bahaya kecoa untuk manusia:

1. Kontaminasi makanan
Kecoa dapat hidup dengan memakan apapun. Terlepas dari makanan yang kita makan, mereka juga memakan tanaman mati, hewan, materi feses, lem, sabun, kertas, kulit, dan bahkan helai rambut yang jatuh. Sementara mereka merangkak di malam hari, mereka mencemari makanan terbuka dengan membuang kotoran di atasnya, meninggalkan rambut, kulit mati, dan juga kulit telur yang kosong di dalamnya.

2. Perkembangbiakan bakteri penyebab penyakit
Bahaya kecoa lainnya yaitu dari air liur mereka. Ketika kecoa makan, mereka memuntahkan air liur dan cairan pencernaan dari mulut mereka sendiri untuk menyuntik makanan Anda dengan kuman atau bakteri yang berada di usus mereka. Sebuah studi menjelaskan bahwa bakteri Pseudomonas aeruginosa dapat berkembangbiak secara ekstensif dalam usus kecoa. Hal ini dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti infeksi saluran kemih, masalah pencernaan, dan sepsis (keracunan darah).

3. Gigitan kecoa
Beberapa spesies kecoa telah ditemukan dapat menggigit manusia. Bahaya kecoa yang ini memang jarang terjadi, tetapi jika rumah Anda sangat penuh dengan serangga ini, maka Anda harus berhati-hati karena mereka dapat menggigit kuku, jari kaki, dan bagian lunak dari kulit yang dapat menyebabkan luka.

4. Penyerangan bagian tubuh
Kecoa tidak hanya dapat menyerang rumah Anda, tetapi juga bagian tubuh Anda. Ada beberapa kasus bahwa kecoa memasuki telinga dan hidung ketika Anda tidur. Kecoa kecil dapat dengan mudah masuk ke lubang tubuh ketika Anda berada dalam tidur yang nyenyak.

5. Keracunan makanan
Dalam wabah epidemi dari keracunan makanan, ditemukan bahwa penurunan kasus tersebut baru terjadi setelah kecoa tersingkirkan. Serangga ini juga merupakan rumah bagi bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan tifus dan keracunan makanan.

6. Alergi
Kecoa bisa menyebabkan alergi. Sekresi air liur dan bagian tubuh mereka yang berisi ratusan alergen dapat memicu reaksi yang tidak diinginkan. Anda mungkin akan menderita ruam kulit, bersin, mata, dan berair.

7. Asma
Kecoa bisa menjadi musuh terburuk dari pengidap asma. Insiden serangan asma dapat meningkat jika rumah Anda penuh dengan kecoa. Alergen kecoa dapat menyebabkan komplikasi parah, dan bahkan dapat mengancam jiwa. Dan, orang-orang yang tidak menderita asma dapat terkena asma akibat menghirup alergen kecoa.

Membutuhkan Jasa Pest Control, Segera Hubungi Marketing Kami di 081289348221

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *